|
Perkembangan masa remaja
Masalah remaja
adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun)
sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak
ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi
remaja maupun orang tuanya. Ada sejumlah alasan untuk ini:
- Remaja mulai menyampaikan
kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.
Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan
perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.
- Ia lebih mudah dipengaruhi
teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti
pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan
mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan
perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah
mode pakaian, potongan rambut atau musik, yang semuanya harus
mutakhir.
- Remaja mengalami perubahan
fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun
seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa
menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan
frustasi.
- Remaja sering menjadi terlalu
percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya
meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tua.
Ada sejumlah
kesulitan yang sering dialami kaum remaja yang betapapun
menjemukan bagi mereka dan orang tua mereka, merupakan bagian yang
normal dari perkembangan ini.
Beberapa kesulitan
atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :
- Variasi kondisi kejiwaan, suatu
saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan
diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya-periang
berseri-seri dan yakin. Perilaku yang sukar ditebak dan
berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu
diprihatinkan bila ia terjerumus dalam kesulitan, kesulitan di
sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya.
- Rasa ingin tahu seksual dan
coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual dan
bangkitnya birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku
tertarik pada seks sendiri juga merupakan ciri yang normal pada
perkembangan masa remaja. Rasa ingin tahu seksual dan birahi
jelas menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual.
- Membolos
- Perilaku anti sosial, seperti
suka mengganggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya mungkin
bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan
tetapi, penyebab yang mendasar adalah pengaruh buruk teman, dan
kedisiplinan yang salah dari orang tua terutama bila terlalu
keras atau terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali
- Penyalahgunaan obat bius
- Psikosis, bentuk psikosis yang
paling dikenal orang adalah skizofrenia.
Apa yang harus
anda lakukan bila anda merasa cemas terhadap anak remaja anda
Langkah pertama
adalah bertanya kepada diri sendiri apakah perilaku yang
mencemaskan itu adalah perilaku yang normal pada anak remaja.
Misalnya adalah pemurung, suka melawan, lebih senang sendiri atau
bersama teman-temannya dari pada bersama anda. Anak remaja anda
ingin menunjukan bahwa ia berbeda dengan anda. Hal ini dilakukan
dengan berpakaian menurut mode mutakhir, begitu pula dengan
kesenanganya pada potongan rambut dan musik. Semua itu sangat
normal, asal perilaku tersebut tidak membahayakan, anda tidak
perlu prihatin.
Tindakan
selanjutnya adalah menetapkan batas dan mempertahankannya.
Menetapkan batas itu sangatlah penting, tetapi batas-batas itu
haruslah cukup lebar untuk memungkinkan eksplorasi yang sehat.
- Bila perilaku anak anda
membahayakan atau melampaui batas-batas yang anda harapkan,
langkah berikutnya adalah memahami apa yang tidak beres.
- Depresi dan perilaku yang
membahayakan diri selalu merupakan respon terhadap stres yang
tidak dapat diatasinya.
- Anak remaja yang berperilaku
atau suka membolos seringkali akibat meniru dan mengikuti
teman-temannya, dan merupakan respon dari sikap orang tua yang
terlalu ketat atau terlalu longgar.
- Minum-minuman alkohol dan
menghisap ganja biasanya merupakan respon terhadap stres dan
akibat meniru teman. Masalah seksual paling sering mencerminkan
adanya kesulitan diri didalam proses pendewasaan.
Secara umum
masalah yang terjadi pada remaja dapat diatasi dengan baik jika
orang tuanya termasuk orang tua yang "cukup baik". Donald
winnicott, seorang psikoanalisis dari Inggris memperkenalkan
istilah "good enough mothering" ia menggunakan istilah ini untuk
mengacu pada kemampuan seorang ibu untuk mengenali dan memberi
respon terhadap kebutuhan anaknya, tanpa harus menjadi ibu yang
sempurna. Sekarang laki-laki pun telah "diikutsertakan", sehingga
cukup beralasan untuk membicarakan tentang "menjadi orang tua yang
cukup baik"
Tugas-tugas yang
dilakukan oleh orang tua yang cukup baik, secara garis besar
adalah:
- memenuhi kebutuhan fisik yang
paling pokok; sandang, pangan dan kesehatan
- memberikan ikatan dan hubungan
emosional, hubungan yang erat ini merupakan bagian penting dari
perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak.
- Memberikan sutu landasan yang
kokoh, ini berarti memberikan suasana rumah dan kehidupan
keluarga yang stabil.
- Membimbing dan mengendalikan
perilaku.
- Memberikan berbagai pengalaman
hidup yang normal, hal ini diperlukan untuk membantu anak anda
matang dan akhirnya mampu menjadi seorang dewasa yang mandiri.
Sebagian besar orang tua tanpa sadar telah memberikan
pengalaman-pengalaman itu secara alami.
- Mengajarkan cara berkomunikasi,
orang tua yang baik mengajarkan anak untuk mampu menuangkan
pikiran kedalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan,
mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang
hal-hal yang terkadang sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan
dan amarah.
- Membantu anak anda menjadi
bagian dari keluarga.
- Memberi teladan.
Daftar pustaka
Lask, Bryan.
Memahami dan mengatasi masalah anak. 1985. Gramedia. Jakarta
Nadeak, wilson.
Memahami anak remaja. 1991. Kanisius. Yogyakarta
[ Metroseksual ] [ Infeksi Saluran reproduksi ] [ Nyeri Haid ] [ Perbedaan Kedokteran dgn Kesehatan Masyarakat ] [ Kecelakaan Kereta Api & Safety Behavior ] [ Hubungan Kecelakaan Kerja & Menstruasi ] [ Hujan (sebuah perenungan) ] [ Asuransi Syariah ] [ Perkembangan Masa Remaja ] |
|